Pelajaran dari Jaweed Jawed Karim Si Perancang YouTube


Di era globalisasi ini, ada satu nama yang patut diperhitungkan. Pria kelahiran 1 Januari 1979 ini menghasilkan salah satu produk yang digandrungi banyak orang yakni YouTube. Keturunan Bangladesh yang lahir di Jerman ini telah menjadi internet entrepreneur dengan mendesain banyak komponen inti PayPal termasuk sistem anti-pemalsuan.


Jawed Karim, nama si pakar itu, menciptakan situs berbagi-video YouTube bersama Chad Hurley dan Steve Chen. Video pertama di YouTube, berjudul ‘Me at the zoo’, ia unggah 23 April 2005. Lalu, Google membeli YouTube dengan akuisisi terbesar kala itu. Jawed Karim mendapat 137.443 pangsa saham yang bernilai sekitar 64 juta dollar. Usia 27 tahun, ia sudah kaya-raya.

Namun, tidak segampang itu perjalanan hidup yang harus dilalui Jawed Karim. Berikut ini beberapa pelajaran yang bisa dipetik dari kisah hidupnya.

1.Berjuang sejak sebelum dilahirkan
Naimul Karim, ayah Jawed, pergi ke Jerman pada 1975 saat kondisi politik Bangladesh panas.  Naimul menikahi teman kuliahnya, Christine, dan menetap di Jerman Timur. Anak pertama mereka, Jawed, lahir di Merseburg, Jerman Timur. Tekanan politik memaksa keluarga Karim menembus perbatasan Jerman pada 1981. Lalu, Jawed bisa menjalani masa anak-anak di Neuss, Jerman Barat. Hingga akhirnya mereka menemukan lahan besar di Amerika Serikat.

2. Kebiasaan orangtua menurun ke anak
Christine, saat menjadi peneliti di Departemen Biokimia, Biologi Molekuler, dan Biofisika di Universitas Minnesota, sering mengajak Jawed ke tempatnya bekerja. Di laboratorium itu, Jawed sering bertemu para ahli bekerja. Maka, boleh dikata lahan bermain Jawed kecil adalah laboratorium tempat para peneliti profesional bereksperimen menghasilkan sesuatu yang baru. Bukannya bermain mobil-mobilan, Jawed malah terbiasa bermain dengan pengaduk magnetik dan sejenisnya.

3. Cari dan temukan sesuatu
Pada masa muda, sudah tumbuh rasa untuk bereksperimen dan menemukan sesuatu pada diri Jawed Karim. Suatu hari, ia jengkel karena tidak mendapatkan dua video di Internet. Pertama, video tentang Super Bowl 2004. Kedua, video tentang tsunami di Samudera India pada tahun yang sama. Maka, ia mengajak Chad Hurley dan Steve Chen untuk membuat situs berbagi-video. Dari ide itu, YouTube dilahirkan dan resmi diluncurkan pada November 2005.

4. Berani ambil risiko
Setelah tinggal di Amerika Serikat, Jawed muda belajar di Central High School di Saint Paul, Minnesota, kemudian kuliah di Departemen Ilmu Komputer di University of Illinois, Urbana-Champaign. Namun, menjelang kelulusan, ia justru meninggalkan kampus untuk bekerja di PayPal. Nah, saat bekerja di PayPal ini lah ia bertemu Hurley dan Chen menciptakan YouTube. Tanpa meninggalkan pekerjaan di PayPal dan masih menjadi supervisor di YouTube, ia lalu melanjutkan kuliah dan mendapat gelar Bachelor of Science di ilmu computer, kemudian mendapat gelar Master ilmu computer dari Stanford University.

5. Jangan lupa untuk berbagi
Pada Maret 2008, Jawed Karim meluncurkan dana ventura bernama Youniversity Ventures. Tujuannya, membantu mahasiswa dan wirausahawan pemula untuk mengembangkan dan meluncurkan ide-ide bisnis mereka.

Tentang anaknya yang bisa membuat terobosan besar di era global, Naimul memberikan nasihat; “Pada dasarnya, kita tidak bisa begitu saja mengubah anak. Jauh sebelum dilahirkan, mereka sudah dipaket dengan hal-hal tertentu. Hal terbaik yang bisa dilakukan orangtua adalah mendorong dan membesarkan hati anak-anak saat mereka masih usia dini. Jadikan anak penuh percaya diri dan punya ambisi besar, lalu biarkan mereka melakukan apa yang mereka inginkan. Orantua memberi nasihat agar anak menuju ke arah yang benar.”

Comments